Maraknya kosmetik dalam maupun luar negeri membuat kita sebagai perempuan tertarik untuk membelinya. Karena klaim kosmetik natural atau alami, kemasan yang menarik, serta keunggulan produk.
Tetapi sebagai customer, pembeli, atau pengguna produk kosmetik (make-up maupun skin care) sebaiknya bersikap kritis. Jangan mudah tergiur "rayuan" keunggulan produk. Sebaiknya teliti sebelum membeli, khususnya komposisi atau ingredients yang biasanya tercantum di belakang produk atau tertulis di kertas penjelasan yang terdapat di kardus kosmetik.
Banyak sekali bahan yang harus dihindari pada produk kosmetik. Bahkan terkadang kita tak dapat menghapalnya satu per satu. Tetapi paling tidak bahan-bahan di bawah ini dapat dijadikan panduan dalam memilih produk kosmetik.
"Banyak bahan yang harus dihindari, sekarang ini masih banyak cleanser yang menggunakan SLS, even merek familiar pun msh mengandung SLS," ujar dr. Srie Prihianti, SpKK.
Bahan berbahaya yang terdapat di produk kosmetik antara lain:
* Sodium lauryl sulfate (SLS) atau sulfactan
Bahan ini masih banyak ditemukan di cleanser atau facial wash. SLS mempunyai indeks iritasi cukup tinggi. Produk yang menggunakan SLS terasa kesat di kulit dan bersih. Di sisi lain hal itu telah mengangkat lemak kulit yang berfungsi untuk proteksi. Akibatnya proteksi kulit berkurang, sehingga kulit mudah meradang, iritasi, alergi, dan lainnya.
* Pewarna
Pewarna di kosmetik, contohnya blush on, dapat menimbulkan flek di pipi (kecoklatan) jika sering menggunakannya. Begitu pula dengan parfum yang mengandung bergamot(salah satu jenis pewarna) akan meninggalkan bercak coklat di kulit. Namun produk untuk bayi sebaiknya tidak berwarna atau colorless.
* Paraben
Paraben memiliki banyak jenis, seperti
Propylparaben, Isobutylparaben, Methylparaben, Buthylparaben, dan masih banyak lainnya. Paraben merupakan bahan pengawet yang berfungsi memertahankan produk agar self live-nya lebih lama.
"Bahan-bahan pengawet ini kalau dioleskan terlalu sering di kulit akan bereaksi dan efek jangka panjangnya bisa menimbulkan sesuatu yang lebih buruk dari itu. Paraben itu sebetulnya sudah lama, sebetulnya tidak boleh dipakai," papar Srie.
* Mineral Oil
Mineral oil atau petroleum banyak digunkan untuk pelembab. Produk kosmetik yang mengunakan bahan ini akan membahayakan kulit, seperti kulit cenderung berminyak atau kusam. Meski demikian banyak kontroversi penggunaan mineral oil di kosmetik.
"Sebenarnya kita harus kritis menilai sebuah produk. Kadang-kadang produsen hanya memasukkan beberapa bahan organik, lalu mereka meng-klaim produknya natural, alami, atau organik, padahal di dalamnya masih banyak mengandung bahan kimia lain," lanjut Srie.
Jika produk yang ditawarkan benar-benar natural, harusnya tidak ada kandungan pengawet atau pewangi kimiawi. Menurut Srie, pemerintah harus melindungi customer dengan cara sertifikasi produk yang benar-benar natural dan tidak, seperti yang sudah dilakukan di Amerika Serikat.
"Customer nggak bisa menghapal semua bahan berbahaya. Sebaiknya pilih skincare yg alami, aman, dan bikin kulit nyaman," tandasnya.
Pelajari bermacam-maca bentuk zat kimia yang biasa ada dalam produk kosmetik. Berikut ini adalah beberapa produk kosmetik yang biasa ada dalam produk kosmetik:
1. PARABEN
Paraben bukanlah nama satu zat kimia melainkan nama kelompok suatu zat kimia yang biasa digunakan sebagai pengawet. Paraben ini sangat murah, sehingga membuat beberapa produsen kosmetik tetap menggunakannya. Paraben biasanya digunakan untuk mengawetkan bahan-bahan alami dalam produk kosmetik.
Bentuk-bentuk paraben yang biasa kita temui dalam produk kosmetik antara lain:
- Methylparaben
-Propylparaben
-Ethylparaben
-Butylparaben
Methylparaben dalam bentuk naturalnya bisa ditemui di dalam buah blueberry, di mana paraben berguna sebagai antimicrobial.
Meski begitu, paraben menimbulkan beberapa masalah bagi kesehatan manusia, di antaranya adalah:
-Alergi. Bagi banyak orang, paraben tidaklah menimbulkan alergi. Tetapi untuk sebagian orang, paraben menimbulkan masalah pada kulit. Kulit menjadi iritasi dan bisa timbul dermatitis.
-Kanker payudara. Dalam kasus kanker payudara, sering ditemukan zat paraben dalam jumlah besar di jaringan kanker. Ini mengindikasikan bahwa paraben mungkin saja juga salah penyebab dari kanker payudara.
-Mengganggu hormon, terutama hormon estrogen. Dalam penilitian yang menggunakan hewan, hormon estrogen menurun drastis ketika hewan yang bersangkutan terpapar paraben setelah beberapa lama.
2. ALKOHOL
Alkohol biasa digunakan untuk mencampur atau mengencerkan senyawa kimia. Alkohol pun berguna sebagai pengawet, menggantikan paraben yang berbahaya bagi kesehatan. Alkohol atau alkanon memiliki beberapa bentuk, sehingga dalam penulisan komposisi suatu produk mungkin saja kita tidak menemukan alkohol di dalamnya tetapi bentuk lain dari alkohol. Dalam bahasa kimia, senyawa alkohol ditulis dengan akhiran -nol. Jadi, jika kamu menemukan suatu zat kimia berakhiran -nol sudah dapat dipastika itu adalah alkohol.
Bentuk alkohol yang biasa ditemukan dalam produk kosmetik adalah:
-Cetyl alcohol (emollient)
-Panthenol (emollient)
-Benzyl alcohol (emollient)
-Etanol
Bentuk alkohol yang dilabeli emollient adalah bentuk alkohol yang "ramah", dalam arti, ia tidak bertindak sebagai pengencer melainkan sebagai moisturizer. Sedangkan etanol, ia adalah jenis alkohol untuk mengencerkan, bagi beberapa orang ketika kulitnya terpapar etanol akan terasa panas. Ini salah satu masalah yang bisa ditimbulkan dari alkohol pengencer. Tidak heran, karena zat-zat ini bisa juga jadi bahan bakar kendaraan ramah lingkungan lho...
3. ACID
Acid, atau asam dalam Bahasa Indonesia. Ini adalah salah satu zat yang paling sering ditemukan dalam produk kosmetik. Berikut ini adalah beberapa bentuk acid yang sering kita temui:
- Stearic acid
Gunanya adalah untuk membersihkan dan menciptakan tekstur yang greasy.
- Sorbic acid
Ini adalah antimicrobial agent.
- Citric acid
Untuk mengontrol pH dalam produk yang berbentuk krim atau gel.
4. SILICONE
Silikon adalah salah satu zat yang berguna untuk melindungi kulit dari terpaan sinar matahari. Ia juga membantu kulit atau rambut kita terasa tetap lembut. Zat silikon biasanya berakhiran -siloxane. Ada beberapa jenis silikon yang biasa kita temui dalam produk kosmetik.
- Cyclopentasiloxane
The best one. Banyak produk kecantikan dan perawatan rambut yang menggunkan silikon jenis ini)
*sumber:TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar