Selasa, 02 April 2013

kamu

Kamu itu pasir
Menggerutu tertiup angin
Aku itu awan 
Bercakap dengan penuh angan
Wangi mu memasuki relung 
Jika jauh membuatku merenung
Senyum ku hangat 
Mendekatkan jarak pemberi semangat
Kekuranganmu adalah kehausan air, perlu perlahan untuk dinikmati
Kebencianku adalah tanah pada hujan, memupuk menghilangkan agar tak mati
Langkah kita sama 
Hanya jarak yang berbeda
Penantian kita sama 
Tempat kita berbeda
Menanti pelangi
Antar kota berwarna-warni
Kamu tertuju pada rindu menunggu senja hingga matahari benar tenggelam
Sore ini, hangat nya secangkir teh adalah asap
Hangat nya memberi pelukan untuk dingin dibalut embun sehabis hujan
Sore ini, kata-kata kita puitis
Aku dan kamu menjadi pujangga hingga langit berwarna jingga
Aku dan kamu menjadi manis untuk sisa waktu yang tak pernah habis
Semua indah walau aku menulis di sini, dan kamu disana
Pertemuan indah ditemani langit cerah