Kita, selalu punya mimpi. Aku, kamu, mereka.
Kadang mimpi kita sama, meskipun lebih sering berbeda. Tapi dalam satu hal, kita selalu punya mimpi yang sama. Dalam satu perahu, kita akan memiliki tujuan sama. Dalam satu pesawat, kita akan memiliki tujuan sama. Setidaknya arahnya sama, meski nanti mungkin akan melanjutkan perjalanan lanjutan bagi yang lainnya.
Dan dalam menuju mimpi itu, jangan sampai kita terlalu menginginkan banyak hal, sampai kita lupa tentang moral. Karena memiliki banyak hal, tidak pernah terlalu berarti di hadapan Tuhan, dan akan dianggap rendah bagi orang yang kita rugikan. Kita sering lupa bahwa sebenarnya yang paling kaya bukanlah yang memiliki terbanyak, tetapi yang membutuhkan paling sedikit. Lalu melakukan berbagai hal hanya karena kita menginginkannya.
Jangan sampai kita lupa bahwa dua orang bisa melihat satu hal yang sama tapi dari sudut pandang yang berbeda. Kalau dipertemukan, bisa jadi kesimpulannya akan sama. Tapi kalau lebih sibuk dengan pembenaran masing-masing, tidak akan sampai pada kesimpulan bahwa yang dilihat adalah sama. Untuk berbahagia, kita harus bersabar sebentar. Termasuk dalam memiliki pendapat yang berbeda. Apa pun perbedaannya, kita harus ingat bahwa kita berada dalam arah yang sama.
Dan karena kita punya mimpi yang sama, untuk maju bersama, mari kita selaraskan hati dan pikiran, lalu terus berjalan. Ada kendala, iya. Ada masalah, tentu saja. Tapi kita pasti bisa melaluinya.
Kita adalah buku cerita. Gak ada salah satu babnya, buku itu berkurang maknanya.
Kita adalah rumah lengkap yang masing-masing kita memiliki peran di dalamnya. Pintu, jendela, atap, lantai, dinding, dan lain sebagainya. Tanpa salah satunya, rumah itu tidak akan lagi memiliki keamanan yang sama.
Kita adalah kita yg memiliki mimpi sama, untuk berjalan bersama, untuk ngasih uluran tangan ketika ada yang kelelahan, untuk memberikan senyuman ketika ada yang tidak sabaran, untuk tetep berada di barisan spy gak ketinggalan atau ditinggalkan.
Karena jarak terjauh itu saling meninggalkan, jarak terdekatnya, saling bergandengan tangan.
Aku udh sering blg, kita selalu punya pilihan,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar