Rabu, 19 Maret 2014

senja

Terkadang aku seperti senja yang merindukan langit, tapi aku takut, aku takut langit tak akan pernah menerima senja, disaat mendung ada Dan akupun berpikir, mengapa senja selalu hrs mengalah pada mendung? Bukankan langit itu luas? & bukanya langit itu memang tercipta untuku? Ataukah memng aku hrs slalu brbagi? Brbagi langit dgn sang mendung?Aku rasa aku tak ckup rela untk smua ini, aku menginginkan langitku sndri. Tidak, Tuhan menciptakan aku sebagai senja, yg memang ditakdirkan selalu bersama langit dan mendung. Aku akan selalu bersama dengan semua itu, Dan takdirku memang sebagai senja yg selalu merindu pada langit miliknya, yg harus selalu berbagi dengan sang mendung, Akulah senja, yang selalu bermimpi merindukan langitku sendiri, tanpa adanya sang mendung. Tapi semua memang hanya sebuah mimpi. sebatas mimpi sang senja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar