BAB SATU.
Alam semesta adalah suatu sistem daur ulang. Oksigen yang dibutuhkan setiap makhluk hidup untuk tetap hidup, membentuk sistem yang memungkinkan mereka berubah bentuk menjadi karbondioksida untuk kemudian didaur ulang menjadi oksigen kembali. Karena sistem itulah mereka akan tetap ada dan tak akan habis. Air, sebagai kebutuhan kedua setelah bernapas, juga membentuk sistem daur ulang. Demikian pula tumbuhan, hidup kembali setelah layu dan mati. Juga segala macam hewan.
Dan hewan yang paling tinggi tingkatannya adalah manusia. Aku percaya bahwa roh yang menghuni tubuh manusia juga mengalami daur ulang, dalam proses reinkarnasi.
Namaku maiya. Pada kedatanganku yang pertama didunia ini, aku adalah seekor anjing. Buluku berwarna hitam dan kakiku belang putih. Ada yang bilang anjing hitam membawa sial, ada juga yang bilang bahwa anjing hitam bisa menolak hawa jahat. Maka, saat pemilikku yang pertama tidak menginginkanku dan menaruhku didepan sebuah rumah, pemilikku yang baru langsung mengambilku tanpa pikir pikir. Ia menghadiahkan aku pada arya, anak laki-lakinya yang berusia sepuluh tahun.
"Mau kau namakan apa dia, arya?"
"Dia betina, bagaimana kalau ku namakan maiya saja?"
"Baiklah, namanya maiya. Kau harus bertanggung jawab pada hidupnya, kau beri dia makan setiap hari, dan jangan lupa, beri kasih sayang padanya"
"Kenapa? Dia cuma seekor anjing."
Pria besar itu berjongkok dan menjajarkan matanya dengan mata arya anaknya.
"Arya, anjing juga makhluk hidup. Siapa tau dia reinkarnasi dari roh manusia yang menjadi seekor anjing?"
Ia memegang dagu anaknya dan mengarahkannya padaku.
"Lihat, dia bisa memandangmu balik. Kelihatannya dia mengerti apa yang kita bicarakan. Jadi...sayangi dia ya?"
Arya mengangguk, dan mengambilku dengan sepasang tangannya yang mungil. Ia memelukku dengan kasih sayang, seolah aku manusia. Aku menyadandarkan kepalaku ke tangannya, seolah membalas pelukannya. Kami telah jatuh cinta pada pandangan pertama.
Sejak saat itu, arya yang merawatku. Ia memberiku susu dan makanan setiap hari, dan aku tumbuh menjadi seekor anjing yang besar. Ia juga memberiku kalung cantik berbandul boneka bidadari. Bidadari bersayap biru, dengan lonceng kecil yang berbunyi ketika aku berlari. Aku sangat senang.
Arya mengajakku bermain setiap hari. Suatu hari datanglah seorang anak kecil yang manis. Ia tinggal disebelah rumah kami. Namanya Cia, ia sangat cantik, rambutnya ikal dan panjang. Matanya bulat seperti boneka dan pipinya putih seperti salju. Ia suka pada arya, jadi ia main setiap hari. Tapi ia tidak menyukaiku, karena aku selalu mengganggu permainannya dengan arya.
"Hei jangan jatuhkan cangkir itu, anjing nakal. Lihat basah semuanya!" Teriaknya kesal, ketika aku melewati susunan cangkir dan piring-piring kecil yang terbuat dari keramik.
"Namanya Maiya, dan ia tidak nakal. Mungkin kalau kau mengelus-elusnya ia akan mengerti bahwa kau sayang padanya." Kata Arya dingin.
"Aku sama sekali tidak menyukainya, dan aku tidak ingin mengelusnya. Hiiihh jijik!"
Aku berlari kejalanan, ke luar rumah kami. Arya mengejarku, tapi lariku lebih kencang. Di perempatan, seorang pria besar dan berkumis melihatku. Ia mengambil sebatang balok kayu yang besar, lalu memukuliku hingga tewas. Aku tak tau apa yang terjadi selanjutnya, mungkin aku dimakannya karena katanya daging anjing itu enak sekali, atau mungkin ia cuma ingin membunuhku. Tapi aku tidak sedih. Ia akan mendapat ganjarannya sendiri, nanti. Pada detik berikutnya, aku bereinkarnasi menjadi manusia...
Bersambung.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar