Jumat, 12 Oktober 2012

Rindu

Satu-persatu masa laluku menemukan calon masa depannya. Mungkinkah hanya aku yang sedang menikmati bayang lalu, menyeruputnya dalam cangkir kosong, dengan aksaramu menggelantung di ujung mataku, mencair hingga mengalir.

Ya..begitulah rindu, kamu bisa menikmati sebutir demi sebutir luruh dari genggamanmu, atau menghirup layaknya opium memabukkan dan berakhirlah kamu sebagai pecandu, atau menaburnya di sepanjang perjalanan beruntung semut tak membopongnya, atau kau simpan dalam toples kaca hanya mampu kau pandangi.



Hati yang masih berharap...
Hari ini kembali aku bertemu dengannya.
Untuk ku ini adalah hadiah yg sangat indah pada ulang tahun kali ini, terima kasih ya Allah.
Berkali-kali mencoba menghapus harapan akan dirinya karena aku sadar dia jauh dari jangkauan ku. 
Ternyata my heart have a mind of it’s own… kembali berharap dia menjadi seseorang dihati ku dan demikian pula aku untuknya.
Dia ada disini begitu dekat, rasa sayang ini kembali datang walau berusaha dihindarkan. Solusi terbaik menunduk dan meminimalisir menatap nya.
Ya rasa itu yg selama ini perlahan ku coba pendam, kubur, lupakan…seketika datang pada saat ia hadir dihadapanku.
Aku ingin merasakan pelukan hangatnya…
Ingin berada disampingnya, berbagi segala rasa…
Ingin memiliki arti dalam hati dan kehidupannya lebih dari sekedar teman,
Ingin menjalani hari bersamanya, berdiskusi, tertawa bahkan menangis bersama…
Setiap kali mencoba menghilangkan rasa dia selalu kembali hadir menggagalkan semua rencana, tapi aku tetap hanya sekedar teman.
Aku masih berharap, hati ini masih berharap…tapi kali ini kucoba ikhlas menjalani semua, Tuhan tau yg terbaik untuk hati ini.
Ya Allah…
Jika ia memang yg engkau kirimkan untuk menemani hati ini menjalani hari berbagi segala rasa mengarungi kehidupan pemberian MU maka lancarkan lah segalanya.
Jika ia memang bukan untuk ku maka jangan biarkan hati ini terus berharap kehadirannya menemani perjalanan hidupku.
Merindukan dirinya membuatku menangis, tetapi aku merindukannya…dan aku tak berkeberatan menangis untuk itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar